Minggu, 10 Februari 2013

Pertarungan Politik di Media Sosial, PKS Pemenangnya?

 

 

Pertarungan Politik di Media Sosial, PKS Pemenangnya?

Jumat, 08 Februari 2013

Political Map di Indonesia via policawave.com (7/2/2013)

Oleh Achmad Siddik | Headline Kompasiana*

Hiruk pikuk prahara politik nasional menjadi isu utama media di Indonesia, khususnya media online. Media online memiliki peran sangat penting bagi penyebaran berita karena bisa melakukan update secara cepat dan mudah diakses pengguna internet. Prahara politik yang mengguncang republik ini dimanfaatkan secara maksimal awak media menaikkan jumlah kunjungan warga pengguna internet mampir dan berbagi berita dari situs berita online mereka.
Tak hanya portal berita, pengguna media sosial juga berpacu meng-update konten akunnya. Pengguna media sosial seperti Facebook dan Twitter secara berulang dan berantai melakukan penyebaran berita hangat terkait prahara politik secara massif dan cepat. Demikian pula dengan blogger, dengan cepat mengutip atau sekedar meng-copast berita “panas” dari media online untuk menaikkan kunjungan ke “lapak” nya.
Prahara politik yang masih hangat di media saat ini masih berkisar pada dugaan kasus suap kuota daging impor yang menerjang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq. Kasus ini mengguncang banyak kalangan dan akhirnya beramai-ramai menngikuti perkembangan. Ada yang mengikuti perkembangan berita kasus dugaan suap impor daging ini secara pasif dengan hanya membaca namun ada pula yang sangat aktif dengan cara share, berkomentar atau memposting analisanya di blog sosial. Tak terkecuali di Kompasiana, pemberitaan dan opini tentang dugaan kasus suap ini melejit mendominasi tulisan para pearta warga yang dikenal dengan Kompasianer. Hampir sepekan ini, sejak penangkapan LHI oleh KPK, berita yang nangkring di Headline dan Trending Article selalu dihuni artikel dengan tema LHI, PKS atau impor daging.
Bagaimana konfigurasi data yang tersebar di media sosial terkait panasnya iklim poltik yang jadi perbincangan khalayak ramai ini? Saya mencoba menyodorkan beberapa data yang diambil dari situs politicawave.com. Situs ini cukup lengkap menyajikan statistik pengguna internet yang memperbincangkant tema politik. Di politicawave, Anda dapat melihat, sejauh mana unique user (pengguna internet) memperbincangkan sebuah topik (brand) di media sosial. Di politicawave juga ditampilkan grafik yang tentang sejauh mana netizen (warga pengguna media sosial) memanfaatkan isu atau brand untuk melakukan share ke media sosial. Pengertian istilah-istilah dalam grafik bisa disimak disini.
Sejak ditangkapnya LHI oleh KPK tanggal 30 Januari 2012, trend perbincangan tentang PKS melonjak tajam di media sosial hingga hampir menembus 80.000 buzz (jumlah pesan yang disebarkan). Artinya PKS diperbincangkan di media sosial hampir sebanyak 1500 kali/menit. Ini hampir mendekati angka survei yang dilakukan oleh Win and Wise Communication yang menemukan bahwa percakapan tentang PKS oleh warga di sosial media mencapai angka 1700 percakapan/menit. (Baca beritanya disini )


Trend of Awareness dan Candidate Electability parpol (6/2/2013)

Dari Grafik yang dipublikasi oleh politicawave tanggal 6/2/2013, tercatat Trend of Awarenes (TA) terbanyak diduduki oleh PKS kemudian disusul oleh PD (Partai Demokrat). Angka TA meluncur ke bawah seiring upaya PKS melalukan upaya perbaikan citranya melalui konsolidasi serta pergantian pengurus di tingkat pusat dan di DPR RI. Melonjaknya perbincangan PKS di media sosial juga berimbas pada Sentimen Index (SI) yang juga meningkat. PKS memiliki SI yang negative lebih besar dibandingkan PD dan partai lainya.

Share of Awareness dan Share of Citizen parpol (6/2/2013)


Dari Share of Awarenes (SA) dan Share of Citizen (SC), PKS mendominasi angka tertinggi. Ini sangat wajar mengingat topik pebincangan media tak henti-hentinya mengangkat kasus LHI dan sosok PKS di media sosial. PKS dan PD tetap menempati urutan pertama dalam tampilan grafik SA dan SC. Demikian juga, data Media Trend yang berasal dari FB dan Twitter, pengiriman pesan tentang PKS menempati jumlah terbesar yang mencapai sekitar 250.000 Buzz.


Media Trend parpol (6/2/2013)

Nampaknya, angka-angka dari grafik di policawave akan sangat dinamis menyesuaikan isu perbincangan di media sosial. Buktinya hari ini (7/2/2013), angka TA, SI dan SC didominasi oleh PD. Naiknya peringakt PD pada tiga parameter tersebut diduga terkait dengan isu gonjang-ganjing di internal kepengurusan pusat PD dan pernyataan SBY terkait isu pajak keluarga istana.
Menariknya lagi, politicawave juga memantau asal media yang “mempromosikan” topik perbincangan yang terkait partai poltik. Simak saja list atau daftar media (blog) yang menjadi active user dari perbincangan terkait partai politik tertentu beserta jumlah topiknya. Bahkan di situs ini juga ditampilkan sebaran spasial per provinsi, parpol mana yang mendominasi perbincangan berdasarkan wilayah provinsi di Indonesia. Hasilnya, PKS tak pernah keluar dari posisi 3 besar. Partai lain yang cukup besar prosentasenya di beberapa provinsi yaitu PD dan Golkar, Nasdem dan Gerindra. Penasaran? Silahkan Anda klik area provinsi yang ada di kotak “Maps” di politicawave.com (Gambar paling atas). Anda bisa mendapatkan angka prosentase masing-masing parpol yang menjadi atribut di area propvinsi tersebut yang menunjukkan seberapa sering mereka menjadi bahan perbincangan.


Active users (Blog) yang mengirimkan pesan parpol (6/2/2013)
hmm sepertinya PKS PIYUNGAN cukup mendominasi, dan jadi satu2nya active user dari web partai


Bagi saya, publikasi di politicawave bisa menjadi salah satu input bagi parpol untuk merencanakan strategi ke depan, khususnya bagi parpol yang memang kurang “populer” di media sosial atau sangat populer namun dengan Sentimen Negative yang masih tinggi. PKS misalnya, yang merajai pemberitaan di Media Sosial, bisa mengatur strategi untuk memperbaiki citra, melakukan konsolidasi organisasi dan penguatan kadernya menghadapi terjangan isu yang negatif di media.

Ya, prahara politik PKS bisa jadi bukti, bagaimana media sosial mengalami lalu lintas yang ramai oleh perbincangan politik yang membuat banyak orang bisa terbuka untuk membedah sisi PKS dari seluruh penjuru angin. Baik pengkritik maupun pendukung PKS di Media Sosial, terlihat secara massif mengirimkan pesan atau isu melalui media sosial, yang membuat PKS dan kasusnya menjadi topic terpopuler.

Media sosial saat ini menjadi penyeimbang bagi media massa yang mendominasi isu pemberitaan yang muncul di mayarakat seperi TV, Koran, Majalah, Radio dan Tabloid. Media sosial mampu menjadi penyeimbang isu negatif bagi kelompok atau topik perbincangan yang santer di media konvensional. Mengutip pernyataan Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Atma Jayakarta, Alois A Nugroho yang dimuat di Harian Kompas hari ini (7/2/2013), di halaman dua, mengungkapkan bahwa untuk mengimbangi tirani informasi yang muncul menjelang dan selama pelaksanaan pemilu 2014, masyarakat diminta menggunakan media sosial sebagai alat penyebaran informasi pembanding.
“Bisa dikatakan informasi di media sosial bisa dipakai untuk mengimbangi pemberitaan media massa.,” kata Alois. Dia menambahkan, komunikasi lewat media sosial juga bisa menghimpun gerakan civil society dalam isu tertentu. “Tapi harus diingat, gerakan melalui media sosial hanya bisa efektif jika diikuti dengan gerakan offline.” Ungkapnya.

Semua parpol perlu melihat fenomena sosial yang ada di media sosial untuk berkaca diri dan mengatur strategi, Tak semua kejadian buruk yang menimpa parpol akan serta merta menjatuhkan parpol itu dalam seketika. Apakah fenomena Partai Golkar yang diterjang skandal korupsi ketua umumnya namun bisa menjadi pemenang di pemilu 2004 akan terjadi kembali? Kita tunggu saja pemilu tahun 2014.[]

*catatan: Tidak sembarang tulisan di Kompasiana dijadikan headline oleh pihak redaktur Kompasiana. Hanya tulisan yang betul-betul berbobot yang akan layak muat di headline. Dan tulisan ini salahsatu yang dijadikan headline oleh redaktur Kompasiana.

Kamis, 07 Februari 2013

Resistensi PKS terhadap Pemberitaan Miring Media Massa

 

 

Resistensi PKS terhadap Pemberitaan Miring Media Massa

oleh: Aisyah Pertiwi

OPINI | 08 February 2013 | 06:13 Dibaca: 152   

 


Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang kebagian jatah diterpa badai isu korupsi. Ceritanya menjadi seru, pasalnya partai bercitra islami yang sedang tersangkut kasus korupsi ini dikenal mengusung slogan “bersih, peduli, dan profesional”. Lebih seru lagi, aktivis partai yang dijadikan tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus impor daging sapi adalah pucuk pimpinan partai, Luthfi Hasan Ishaq (LHI). Bagi yang antipati sama PKS sedari dulu, momen ini menjadi ajang yang tepat melampiaskan hujatan. Bagi yang simpati, banyak yang tidak mau kalah ngotot menyatakan bahwa ustadznya tidak bersalah.
Bukan kali ini saja pemberitaan mengenai PKS mendapatkan sambutan yang “berlebihan” di mata masyarakat. Petinggi PKS memakai jam tangan rolex yang harganya melangit saja beritanya sudah jadi “buah bibir”. Diomongin di mana-mana. Padahal kalau dilihat, isu tersebut tidak memberikan dampak sosial yang meluas. Dengan adanya kasus korupsi yang menyangkut kepentingan khalayak ramai, sudah pasti berita korupsi PKS jadi headline. Didramatisasi dengan kehadiran para wanita cantik sebagai “upeti”, dibumbui dengan fakta poligami beberapa petinggi partai. Meskipun tidak nyambung dengan kasusnya, yang penting rame!
Banyak pihak berspekulasi bahwa kasus korupsi yang menimpa PKS merupakan gerbang kehancuran partai tersebut di pemilu 2014. Efek yang lebih dekat, elektabilitas calon-calon kepala daerah yang diusung PKS disebut-sebut akan merosot. Aher-Deddy sebagai cagub-cawagub Jabar pun diramalkan akan pulang kandang sebagai pecundang.
Mengenai penurunan elektabilitas PKS terkait kasus daging sapi impor LHI, terdapat fakta yang menarik. Lima hari pasca penangkapan LHI, Lembaga Win and Wise Communication (ww-comm) yang memiliki spesialisasi tracking sosial media menyatakan bahwa PKS justru mendapatkan simpati yang sangat besar dari para netizen (masyarakat sosial media). Menurut Anwar Abugaza, ST, direktur riset ww-comm, percakapan mengenai PKS mengalami peningkatan menjadi 1.700 percakapan/menit, dari yang awalnya hanya berkisar 950 percakapan/menit. Yang lebih menarik lagi, sentiment index PKS mengarah pada dukungan dan simpati positif. Bahkan Anis Matta, Presiden PKS yang baru terpilih, dengan optimis menyatakan PKS akan menang di Pemilu 2014.
Ahmad Heryawan, selaku calon gubernur petahana yang diusung PKS menyatakan bahwa penangkapan LHI tidak akan mempengaruhi elektabilitasnya dalam Pilgub Jabar 2013. Masyarakat Jawa Barat sudah tergolong cerdas dan melek politik. Proses politik yang terjadi di Jabar berbeda dengan proses politik di luar Jabar. Menurut Aher pula, urusan hukum LHI adalah tanggung jawab personal, bukan tanggung jawab kelembagaan. Pernyataan tersebut didukung oleh fakta tracking sosial media dari www.politicawave.com & http://www.pkspiyungan.org/2013/02/pertarungan-politik-di-media-sosial-pks.html yang menunjukkan bahwa elektabilitas Aher-Deddy tetap paling tinggi dibandingkan keempat pasangan calon lainnya.
Bisa jadi kader dan simpatisan PKS telah resisten terhadap pemberitaan miring media massa. Seperti halnya dalam dunia pertanian, suatu populasi hama dapat mengalami resistensi atau kekebalan terhadap pestisida. Apabila suatu jenis pestisida dalam dosis rendah disemprotkan pada sejumlah hama, hama yang kuat akan bertahan hidup, sementara hama yang lemah akan mati. Hama yang lebih kuat ini bertahan hidup dan bereproduksi sehingga menghasilkan keturunan yang kuat juga. Dengan demikian penyemprotan pestisida di kemudian hari menjadi tidak efektif karena populasi hama yang mampu bertahan hidup semakin banyak.
Para kader dan simpatisan PKS barangkali sudah kenyang dengan pemberitaan negatif yang seringkali menguntit partai kesayangan mereka tersebut. Sehingga terpaan kasus LHI tidak berpengaruh signifikan pada stabilitas partai. Meskipun demikian, agar partai tidak ikut terseret oleh kasus personal, sebaiknya para kader dan simpatisan tidak perlu bertindak reaktif dengan melakukan upaya pembelaan berlebihan terhadap LHI. Kesannya seperti melindungi tersangka dan tidak percaya pada hukum. Partai yang Anda sayangi bukan jama’ah malaikat, demikian pula ustadz yang Anda kagumi juga bukan malaikat yang terjaga dari dosa. Stay cool, keep calm. Cukup serahkan pada penegak hukum dan bersabar mengikuti prosesnya. Tindakan tersebut jauh lebih elegan dan dapat menghindarkan dari cap fanatisme berlebihan. Dan pihak yang antipati juga sama, tidak usah terlalu ngotot memojokkan PKS. Mari sama-sama sabar mengikuti proses hukumnya.

Kereta Api Wisata Padangpanjang, Danau singkarak, Sawahlunto


Kereta Api Wisata Padangpanjang, Danau singkarak, Sawahlunto

Kereta Api Wisata Danau Singkarak, Musium Sawahlunto, dan Kereta Wisata Mak Itam

| PDF | Cetak |
Era perkeretaapian di Sumatra Barat dimulai dari pembangunan jalur kereta api oleh Perusahaan Kereta Api Negara Sumatra Staats Spoorwegen (SSS), pembangunan tersebut dimulai dari Teluk Bayur – Sawahlunto yang dimulai dari Stasiun Pulo Aer – Stasiun Padang Panjang sepanjang 17 km, jalur kereta api ini dibuka pada tanggal 1 Juli 1891. Pada era tersebut dimulailah perkeretaapian di Sumatra Barat, dan selanjutnya dibangunlah jalur kereta api yang berkelanjutan, jalur tersebut adalah sebagai berikut :
  • Pembuatan jalan kereta api dari Pulau Air sampai ke Padangpanjang 71 Km selesai dalam bulan Juli 1891
  • Padang Panjang ke Bukittinggi 19 Km selesai pada bulan Nopember 1891
  • Padang Panjang – Solok 53 Km selesai pada 1 Juli 1892, di jalur ini terdapat jalur kereta api yang memakai gerigi (Petak antara Stasiun Padang Panjang – Stasiun Batutabal) seperti jalur kereta api di Ambarawa (Jambu – Gemawang).
  • Solok – Muaro Kalaban 23 Km dan Padang-Teluk Bayur 7 Km. Kedua jalur ini selesai pada tanggal yang sama  yaitu 1 Oktober 1892
  • Jalur kereta api dari Muaro Kalaban-Sawahlunto dengan menembus sebuah bukit berbatu yang kemudian bernama Lubang Kalam sepanjang hampir 1 Km (835 Meter) selesai pada 1 januari 1894
461067416_67b0117bfb_b
Kereta Api Batubara dengan ditarik Lokomoitf Uap E10. (Photo by Degahnk)
Perkeretaapian di Sumatra Barat mencapai jayanya pada saat angkutan batubara, dimana batubara yang berasal dari ombilin merupakan salah satu komoditi utama pengangkutan perkeretaapian di Sumatra Barat, pada saat itu pengangkutan batubara memakai lokomotif uap bergerigi E 10 yang berasal dari Pabrik Esslingen dan Nippon Sharryo. Tahun 1982 PJKA (nama PT KAI pada jaman tsb) mendatangkan lokomotif Diesel Elektrik Bergerigi BB 204 untuk meningkatkan pengangkutan batubara.
5725444820_4a218d78a8_z
Lokomotif BB 204 04 membawa kereta api Batubara. (photo by V. Gosal)
Akhir tahun 2000 produksi batubara di Sawahlunto semakin berkurang. Secara otomatis aktifitas dan keberadaan kereta api di Sumatera Barat juga terimbas nyata. Kalaupun beroperasi  hanya sebagai alat transportasi Semen Padang dari Indarung ke Teluk Bayur Sumatera Barat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) DIVRE II Padang dalam upaya penyelamatan sarana dan prasarana serta mengenalkan keindahan alam serta budaya Sumatra Barat, pada tanggal 21 Februari 2009 meresmikan Kereta Wisata dengan rute Padang Panjang – Sawahlunto, Jalur kereta api ini melewati salah satu danau yang terkenal di Sumatra Barat, yaitu Danau Singkarak.
img_9095_resizee
Kereta Api Wisata Padang Panjang – Sawahlunto melintasi rel bergerigi dan indahnya alam Sumatra Barat.
Kereta api wisata ini dijalankan setiap weekend namun bisa dicarter sesuai dengan keinginan. Setiap operasinya, KA ini terdiri dari 3 kereta ekonomi, 1 kereta makan dan pembangkit, serta 1 kereta eksekutif berjenis IW-2. Fasilitas kereta ini tidak jauh berbeda dengan kereta Nusantara yang ada di Jawa, dengan dilengkapi jendela untuk melihat pemandangan sekitar jalur kereta api.
img_9095
Eksterior Kereta Wisata IW-2
img_9175_resize
Interior Kereta Wisata IW-2.
Sepanjang perjalanan kereta wisata ini akan melewati sisi sampinh Danau Singkarak, dimana antara rel dan pinggir danau tidak terpaut jauh, selain itu dalam perjalanan ini kereta akan melewati jalur kereta api yang melewati gerigi dan membelah pegunungan Sumatra Barat.
img_9116_resize
Kereta Wisata melintasi pinggir Danau Singkarak.
Menempuh tiga jam perjalanan dari Padang Panjang, sesampainya di Sawahlunto kita dapat menikmati Museum Kereta Api Sawahlunto yang terdapat di komplek Stasiun Sawahlunto, di dalam museum ini dapat disaksikan sisa – sisa kejayaan dari angkutan batu bara yang dahulu pernah berjaya di perkeretaapian Sumatra Barat. Terdapat lebih kurang 80 koleksi peralatan kereta api di museum ini seperti jam, alat-alat sinyal/komunikasi, foto dokumentasi, brankas, dongkrak rel, label pabrik, timbangan dan lonceng penjaga yang ada di dalam Museum. Selain itu, di halaman museum juga terdapat beberapa gerbong ketel, gerbong pengangkut batubara, beberapa lori wisata dan dua kereta yang berdinding kayu.
museum kereta api sawahlunto
Pintu masuk Musium Sawahlunto.
museum kereta api sawahlunto - 2
Suasana di dalam Musium Sawahlunto.
Bersamaan dengan peresmian kereta wisata Padang Panjang – Sawahlunto, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga meluncurkan kereta api wisata uap “Mak Itam” dengan rute Stasiun Sawah Lunto – Stasiun Muara Kalaban, dengan rangkaian Lokomotif Uap E 1060 dan 1 kereta wisata kayu (Mulai Dipakai tahun 1921), kereta tersebut dilengkapi dengan wide window untuk melihat pemandangan yang indah di sekitar rel kereta api. Yang membuat sensasi luar biasa dan nostalgia adalah ketika kereta wisata ini memasuki terowongan Lubang Kalam dengan diiringi asap dan lengkingan suara dari lokomotif uap E 1060.
img_9142_resize 
Kereta Wisata Mak Itam, bersiap berangkat dari Stasiun Sawahlunto menuju Stasiun Muara Kalaban setelah Kereta Wisata Padang Panjang – Sawahlunto datang.
img_9153_resize 
Rangkaian kereta wisata buatan tahun 1921 yang dirangkaikan dengan kereta wisata Mak Itam.
59335_437688758010_582553010_4908325_7021514_n
Interior Kereta Wisata Mak Itam.
59335_437688763010_582553010_4908326_3322010_n
Interior Kereta Wisata Mak Itam yang dilengkapi dengan jendela lebar, sehingga bisa menikmati pemandangan yang disuguhkan dalam perjalanan.
JADWAL KERETA API WISATA PADANG PANJANG – SAWAHLUNTO
No.
STASIUN
DATANG
BERANGKAT
1. Padang Panjang
-
08.30
2. Kubu Kerambil
-
08.59
3. Batu Tebal
9.28
9.30
4. Kacang
-
9.48
5. Singkarak
-
10.03
6. Solok
10.25
10.30
7. Sungai Lasi
-
10.51
8. Muaro Kalaban
11.09
11.11
9. Sawahlunto
11.20
-
JADWAL KERETA API WISATA SAWAHLUNTO – PADANG PANJANG
No.
STASIUN
DATANG
BERANGKAT
1.
Sawahlunto
-
14.30
2. Muara Kalaban
14.39
14.41
3. Sungai Lasi
-
15.00
4. Solok
15.20
15.25
5. Singkarak
-
15.48
6. Kacang
-
16.03
7. Batu Tebal
16.20
16.26
8. Kubu Kerambil
-
16.56
9. Padang Panjang
17.24
-

Sedangkan tarif kereta api wisata Danau Singkarak tersebut sebagai berikut:


TARIF KERETA WISATA KELAS EXECUTIVE
No.
DARI
TUJUAN
HARGA (Rp)
1. Padang Panjang
Sawahlunto
50.000,-
2. Padang Panjang
Solok
40.000,-
3. Solok
Sawahlunto
20.000,-
TARIF KERETA WISATA KELAS EKONOMI
No.
DARI
TUJUAN
HARGA (Rp)
1. Padang Panjang
Sawahlunto
25.000,-
2. Padang Panjang
Solok
15.000,-
3. Solok
Sawahlunto
10.000,-
JADWAL KERETA API WISATA MAK ITAM SAWAHLUNTO – MUARA KALABAN
No.
STASIUN
DATANG
BERANGKAT
1. Sawahlunto
-
12.00
2. Muara Kalaban
12.30
13.00
3. Sawahlunto
13.30
-

Jika tertarik untuk mencoba Berkereta Api Menikmati Wisata Alam, Sejarah, dan Budaya Nusantara di Sumatra Barat, bisa menghubungi kontak dibawah ini :
Stasiun Padangpanjang : +62 752 82043
Stasiun Sawahlunto : +62 754 64023
Kepala Stasiun Padang Panjang : +6281374281188
Kepala Stasiun Sawahlunto : +6281363247817
Kepala Stasiun Solok : +6285274740653

Sumber : http://indonesianheritagerailway.com/index.php?option=com_content&view=article&id=383%3Akereta-api-wisata-danau-singkarak-musium-sawahlunto-dan-kereta-wisata-mak-itam&catid=98&Itemid=152&lang=id#.UQnMxOwKaeA.twitter
Diposkan oleh

Minggu, 03 Februari 2013

Kenapa Bersabar dan Harus Ikhlas?





Diposkan oleh armadodi | Sunting
Jika semua yang kita kehendaki harus kita miliki, lalu dari mana kita belajar keikhlasan… jika semua yang kita impikan harus segera terwujud, lalu dari mana kita belajar kesabaran….. jika setiap doa yang kita mohonkan langsung dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar berikhtiar…… jika kehidupan kita selalu sehat dan bahagia, bagaimana kita mengenal Allah lebih dekat….. kita harus yakin semua ketentuan Nya adalah yang terbaik untuk kita.

Berdoalah, Karena Doa Selalu diijabah

Jangan Bosan-bosan Berdoa

 

 Menurut Imam Masjid Nabawi yang sekarang ini Tafsir QS 2 : 186 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
 adalah:
1. Allah mengabulkan du’a sesuai dengan apa yang diminta. 
2. Allah tidak mengabulkan du’a akan tetapi Allah ganti dengan dijauhkan-Nya dari  mushibah/bencana. 
3. Allah tidak mengabulkan du’a namun Allah tangguhkan dan diganti pahala yang lebih  baik.   
4. Allah beri tapi tidak sesuai dengan keinginan, karena Allah memberi apa yang dibutuhkan. 
Kepada orang-orang beriman teruslah berdu’a, jangan bosan-bosan berdu’a karena itu adalah ibadah dan senjata bagi orang-orang beriman. Bershabar dan bersyukurlah selalu.
Diposkan oleh

Sahabat Sehati